Archive for the ‘*Pemilu & Pilpres 2009’ Category

Tangerang Geger! ditemukan bayi pas Hari Pencontrengan Pilpres, lalu dinamakan “Mega Yudhoyono Kalla”!

ilustrasi: ada aja kejadian yang aneh-aneh, bikin geger. apa kuat besok si bayi pake nama itu ya? hehe...

Ada yang unik dalam pelaksanaan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara 9 Kampung Dukuh, Kelurahan Babakan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Menjelang pemungutan, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Rusmaedi menemukan seorang bayi perempuan di depan rumahnya.

Saat penemuan itu, Rusmaedi hendak bersiap berangkat menuju TPS. “Saya keluar dari rumah tiba-tiba ada perempuan berlari. Saat itu saya enggak curiga tapi tiba-tiba saya menemukan tas dan kardus, di sampingnya saya lihat ada bayi,” ujarnya, Rabu 8 Juli 2009.

Rusmaedi yang harusnya disibukkan dengan tetek bengek pemungutan, terpaksa disibukkan pula oleh bayi yang diperkirakan berumur dua minggu itu. Warga Kampung Dukuh pun geger, bayi siapakah gerangan. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada jajaran Polsek Legok. Baca lebih lanjut

Baru Rampung Rapat DPR Setujui Tambahan Dana Anggaran Militer Rp 10 Triliyun, Disambut Kecelakaan Heli Jatuh!

Setelah ini, apalagi yang harus jatuh dari Indonesia ini?

Slamet Effendy Yusuf, seorang Anggota DPR RI dan tokoh khittoh NU, yang juga jadi ‘teman’ saya di Facebook menuliskan status seperti ini:

“Masygul betul. Tadi sore, baru saja keluar rapat kerja dengan Menhan dan Panglima TNI, ngomongin tentang kecelakaan pesawat AU, alutsista TNI, soal ambalat, dan persetujuan peningkatan anggaran Militer hingga Rp 10 trilyun, ehh sms masuk: ‘heli TNI AD jatuh!”. Duh Gusti, sampai kapan?”

Sontak saja, status itu menuai banyak sekali komentar. Ada yang bilang, “kalau sudah ganti presiden baru bisa aman berhenti musibah itu”.

Ada juga yang ngomong, “tak akan ada habisnya selama pemimpin kita masih berotak makelar dan mark up!”.

Komentar lain lagi seperti ini, “kok terjadi musibah terus di penerbangan kita ini ya, mungkin udara Indonesia saat ini tidak bersahabat, baru ancang2 untuk menghadapi Malasyia justru pesawat atau heli milik TNI kecelakaan! Alamat apa ini yah…?”

Seorang ibu pun urun pendapat, Baca lebih lanjut

Boleh Toh Kalo Gak Nyontreng?

Inilah pertanyaan yang sempet membuatku bingung. Pertanyaan ini nyelonong dari seorang peserta sosialisasi Pemilu yang aku lakukan untuk Pemilu Legislatif kemarin. Kaget juga dengerin pertanyaan itu.

“Mas, sebenarnya, boleh toh kalo gak nyontreng itu? Jika kita tidak memanfaatkan hak suara kita, kan tidak dipenjara toh? Walaupun kita sudah terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) maupun belum?”

Begitu pertanyaan lengkapnya. Saya pun menjawab, Baca lebih lanjut

Nilai Matapelajaran Kala SMA pun Jadi Jualan dalam Pilpres!

Membaca berita hari Selasa kemarin, ada sesuatu yang terasa aneh bagi saya. Gimana tidak? Lha wong urusan nilai untuk pelajaran di SMA dulu saja jadi bahan promosi dan kampanye seorang cawapres! Yang melakukannya tim sukses SBY-Boediono. Wah wah wah…

Mau Tahu Nilai Ekonomi Boediono Waktu SMA?
Selasa, 2 Juni 2009 | 16:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Semasa bersekolah dulu, mantan Gubernur BI Boediono yang kini menjadi cawapres dari koalisi pimpinan Partai Demokrat adalah murid yang pandai. Setiap hari, mantan Menteri Koordinator Perekonomian tersebut hampir tidak pernah lepas dari buku pelajaran.

Nilai-nilai Boediono di semua mata pelajaran, termasuk Ekonomi, di atas 9,0. Baca lebih lanjut

Daftar Situs Pemenangan Capres-Cawapres Pemilu 2009!

Berikut ini daftar website hasil karya tim pemenangan pilpres 2009 untuk capres-cawapresnya. (Silahkan klik gambarnya untuk langsung melihat website tersebut).

Website Pasangan Capres-Cawapres SBY-Boediono Berbudi

Website Pasangan Capres-Cawapres SBY-Boediono Berbudi

Website Pemenangan Pemilu 2009 Capres-Cawapres Megawati-Prabowo: timnya kayaknya tidak membuatkan situs khusus

Baca lebih lanjut

Capres-Cawapres 2009 Tak Ada yang Bersih Jika Terbukti Benar Menerima Dana DKP

Ada sebuah postingan menarik yang menurut saya perlu disimak benar-benar. Yaitu mengenai Daftar Capres-Cawapres 2009 yang Menerima Dana Korupsi Dana Kelautan dan Perikanan, yang melibatkan Rokhmin Dahuri. Berikut cuplikan artikelnya:

Rokhmin Dhuri mengaku bahwa terjadi aliran dana non-budgeter negara yang masuk ke rekening para Capres dan Cawapres 2004 yakni sebagai berikut: (disusun berdasarkan nomor urut pilpres putaran pertama) –  (sumber)

  1. Wiranto – Salahuddin Wahid : 220 juta
  2. Megawati S – Hasyim Muzadi : 280 juta
  3. Amien Rais – Siswono Yudohusodo : 400 juta
  4. Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla (SBY-JK) : 225 juta
  5. Hamzah Haz – Agum Gumlelar : 320 juta

Catatan : warna merah adalah mereka yang kembali mencalon diri sebagai capres-cawapres pada pilpres 2009. Baca lebih lanjut

Berbagai Kelemahan dan Tingkat Keseriusan yang Masih Dipertanyakan dari 3 Pasangan Capres-Cawapres!

Seriuskah mereka?

Rupanya dari ketiga calon presiden dan wakil presiden yang telah resmi mendaftarkan diri untuk turut dalam pilpres Juli mendatang, masih menyisakan banyak kelemahan dan semangat keseriusan yang patut untuk dipertanyakan. Berikut ini rangkumannya:

Kelemahan-kelemahan

  1. Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto memang memiliki pemilih yang loyal. Namun isu ekonomi kerakyatan yang mereka embang justru dapat menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Baca lebih lanjut

membaca peta politik: strategi SBY memang mantab!

akankah Boediono bisa membuktikan?

akankah Boediono bisa membuktikan?

Melihat gerak, gaya, dan strategi SBY memang teratur, rapi, dan jitu. Saya ketika melihat Deklarasi Pasangan SBY Berbudi Jumat malam kemarin, sungguh sangat menawan. Walaupun pengamat politik, J. Kristiadi, mengatakan prosesi deklarasi tersebut terlalu wah dan berlebihan, namun, menurut saya itulah strategi yang dibuat oleh SBY dan timnya.

Strategi Ulur Waktu

Jika membaca dari awal, yang terlihat sepertinya SBY mengulur-ulur waktu, memang itulah yang direncanakannya. Dengan mengulur waktu dan tidak terburu-buru, SBY akan mudah membaca peta pergerakan politik yang dilakukan oleh lawan-lawannya.

Tebar Isu Boediono Kader PDIP

Sebagai contoh, Baca lebih lanjut

kian panas, fakta & pendapat iringi pro kontra SBY memilih Boediono jadi wapres!

Yup, kian hari, jika kita ikuti perkembangan politik Indonesia kian gak jelas. Koalisi zig-zag kian tak beraturan. Hak politik juga saling bertabrakan. Kepentingan perebutan kuasa kian menggila.

SBY memilih Boediono juga banyak memunculkan pendapat yang beragam. Fakta masa lalu, sentimen positif keuangan ekonomi Indonesia, dan pendapat yang sangat tendensiun mengiringi pilihan pencalonan pasangan tersebut. Untuk melihat realitas tersebut, berikut saya rangkum beragam pendapat dan link yang berkaitan dengan pencalonan SBY-Boediono untuk Pilpres mendatang.

SBY kian mantabkan diri untuk menuju capres dengan ‘gaya sakit hati’, ‘gaya marah’, dan masuk 100 orang paling berpengaruh di dunia

Ah, sudah bisa ditebak. Lawan politik SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono harus kian hati-hati. Jika kian hari dia dibuat seperti ‘sakit hati’, dia bisa kian tenar dan kian melaju untuk pencalonannya dalam pilpres Juli 2009 esok. SBY begitu hebat memanfaatkan kondisinya. Gara-gara situasi politik yang kian memanas dan lawan politiknya asal lempar statement, SBY bisa memanfaatkan jumpa pers sejam penuh tanpa harus bayar TV. Kan Presiden punya hak untuk itu jika kondisi Indonesia sedang tidak baik. Hebat toh?

Dengan gaya diplomatis dan emosi yang penuh kendalinya, SBY memukau sekali dalam jumpa pers tersebut. Dia buat seolah dia perlu ‘dikasihani’. Strategi pemilu 2009 dia gunakan lagi. Menurut saya, ini adalah kebodohan lawan politik SBY. Strategi yang mereka lakukan kurang strategis dalam kondisi seperti ini. Kian pemerintah dihujat dan didesak dari beragam sisi serta coba dijelek-jelekkan, maka yang beruntung adalah SBY yang sedang menduduki tumpu pemerintahan. Baca lebih lanjut

Komisi Pemilihan Umum Gelar “Anugerah Jurnalistik KPU” bagi Pegiat Jurnalis Indonesia: Pengumpulan Materi Terakhir 8 Mei 2009

Dalam milis yang saya ikut jurnalisme-sastra@yahoogroups.com, saya mendapati informasi berikut ini. Ayo ramaikan dan ikuti. Semoga menjadi semangat untuk terus berkarya. Salam jurnalis!

Anugerah Jurnalistik KPU (AJK) merupakan sebuah ajang penghargaan dan kompetisi lima tahunan bagi para jurnalis Indonesia. Ajang ini diadakan oleh Media Center (MC) KPU di tahun 2004 lalu untuk mengapresiasi karya-karya jurnalistik, yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka. Pada tahun ini, penyelenggaraannya dimaksudkan sejalan dengan nuansa Pemilu di Indonesia.

TEMA
Kali ini, Media Center KPU mengundang jurnalis untuk ikut serta dalam AJK dengan tema:
1.    Pendidikan Pemilu untuk Pemilih Pemula dan Masyarakat Umum
2.    Sosialisasi Pemilu 2009
3.    Perempuan dalam Pemilu 2009
4.    Pemungutan Suara pada Pemilu 2009
5.    Mencermati  KPU dalam Penyelenggaraan Pemilu 2009
Baca lebih lanjut