Posts Tagged ‘bahasa Indonesia’

Menyoal Kemampuan Tata Tulis dan Layout Paper Para Peneliti di Prosiding Seminar maupun Jurnal

ini hanya sekedar review dari pengalaman saya selama menjadi editor dan layouter beberapa jurnal maupun prosiding..

Pertama, tak banyak para penulis artikel ilmiah yang bisa menulis dengan tata tulis yang baik dan benar. Kalangan yang lebih banyak menulis tulisan ilmiah adalah dari kalangan mahasiswa, dosen, maupun peneliti bukan akademisi (seperti lembaga peneliti independen, lembaga pemerintahan, atau perusahaan). Tata tulis ini termasuk pula penggunaan tanda baca. Banyak sekali tanda baca yang digunakan tidak pada tempatnya, seperti tanda koma (,), titik dua (:), tanda sambung-ulang (-), dan lain sebagainya.

Kedua, soal penggunaan bahasa (terutama Indonesia) yang baik dan benar. Hingga saat ini, para penulis artikel ilmiah inilah yang banyak mempengaruhi bahasa Indonesia dengan bahasa serapan yang belum baku. Mungkin, bagi mereka bahasa serapan tersebut sudah biasa digunakan dalam kehidupan ‘ilmiah’ mereka. Namun, mereka asal pakai dan serap tanpa mau susah untuk mencari padanan kata tersebut di Kamus Bahasa Indonesia yang pernah ada. Sehingga, inilah yang menjadi penyebab kian banyaknya bahasa ‘asing’ yang masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Ketiga, mayoritas penulis artikel ilmiah tidak bisa Baca lebih lanjut

benarkah melek website pengaruhi bahasa dan media cetak Indonesia?

Mau tidak mau, sekarang media massa khususnya cetak harus kian inovatif dalam melayani konsumennya. Selain kian mewabah dan meleknya masyarakat Indonesia akan teknologi website, media cetak terancam juga akan punah karena kampanye hidup go green. Koran yang berbahan kertas asalnya adalah dari pepohonan. Berapa pohon dalam sehari yang harus ditebang untuk mencetak koran di Indonesia?

Selain itu, dengan adanya website ini, disinyalir kian melunturkan minat berbahasa yang baik dan benar dalam penggunaan bahasa Indonesia. Adanya blog membuat orang bebas menuturkan ide dan karyanya dengan bahasa mereka sendiri. Sedikit sekali orang yang mau memerhatikan tata bahasa yang baik dan benar untuk bahasa Indonesia. Bahkan, jika dilihat di berbagai situs laman atau website online media massa (yang juga memiliki versi cetaknya) gaya penulisannya sudah dituntut untuk kian efisien dalam kata. Berita dituntut untuk sesingkat dan sesedikit mungkin dengan tetap dapat menyampaikan informasi, berita, fakta yang terjadi.

Dalam artikel yang ditulis oleh Ninok Leksono, dalam buku “Kompas: Menulis dari Dalam” juga mengupas terkait hal ini. Semua media cetak sudah harus ancang-ancang untuk mendigitalkan atau membuat versi yang sesuai dengan kemajuan teknologi informasi saat ini. Koran cetak sudah bersaing dengan news yang bisa diakses dengan reg xxxx dari handphone siapapun. Mungkin saja saat ini, bisa dikonfirmasikan, bahwa, pembaca www.kompas.com akan lebih banyak dibanding dengan yang versi cetaknya. Dan media lainnya juga mengalami tren yang sama. Segmentasi pasar media cetak akan kian bergeser. Tinggal bagaimana pengelola media tersebut akan menyiasatinya.

Bagaimana menurut Anda? —misbah munir