Posts Tagged ‘kehidupan’

Ramalan Kiamat 2012: Hampir Seperempat Bumi Porak Poranda!?

begitu indah ciptaan Tuhan dan isinya, lalu mengapa Tuhan harus menghancurkannya sendiri dengan bencana dan musibah?

Semalam, ketika diskusi dengan beberapa teman dan seorang ahli spiritual Jawa di Jogja, saya sontak terkaget! Kaget saya karena mendengar statement ahli spiritual tersebut. Beliau mengatakan begini:

“Sesuai tanda yang telah diberikan alam kepada kita (manusia) melalui kehidupan dan kitab-kitab Tuhan, pada tahun 2012 itu BUKAN akan terjadi KIAMAT, namun, bakal terjadi BENCANA BESAR. Sebuah bencana yang sangat dahsyat menimpa bumi ini, dimana manusia dan kehidupan berada. Hampir seperempat tempat hidup kita ini bakal porak poranda!” begitu tuturnya tanpa saya kurangi sedikitpun dan saya beserta teman-teman lain dengarkan dengan seksama.

“Bentuk bencana itu apa? Baca lebih lanjut

lagi-lagi soal cinta…

“cinta sejati itu menyembuhkan, bukan menyakitkan” [KCB].
dalam banyaknya diam terdapat kedalaman jiwa.
banyaknya bicara menutupi kedangkalan jiwa.
cinta membutuhkan kedalaman jiwa dengan cukup bicara.
ucapan sederhana menyejukkan jiwa
menyembuhkan kerinduan cinta.
ia tak butuh banyak meminta dan doa.
tapi ia membutuhkan kepasrahan atas segalanya.
serahkan cinta pada tashbih yang terus mengalun
dalam tiap detak kehidupan kita…
[ketika sulit memejamkan mata gara-gara mencoba menyelami cinta, dinihari, 4 Juli 2009]

jika bisa menambah kawan, kenapa harus cari lawan?

jika sebuah kesendirian itu menyakitkan, mengapa harus sendiri?

Hai sahabatku semua, ketika bangun pagi ini, setelah siang dan malam harinya saya harus bergelut dengan beragam masalah pertemanan, saya terbersit untuk berbagi gairah untuk selalu hidup berdampingan dengan penuh kasih sayang dan cinta.

“Jika kita sudah pernah berjumpa, tidakkah akan menjadi lebih indah jika hati kita juga bersua. Bertaut satu dengan yang lain. Jika kita bisa menambah kawan, sahabat dan saudara, kenapa pula harus mencari lawan dan perkara? Jika kita bisa bergandeng tangan bersama menghadapi dan menjalani hidup bersama, mengapa kita harus mempersulit hidup dengan amarah dan nafsu durjana?”

Itulah kalimat yang kusampaikan dan kutekankan kepada diriku sendiri dan teman-teman seperjuangan saya. Alangkah akan begitu indah hidup ini jika semua di antara kita bisa bersinergi sehati demi membangun kehidupan yang kian indah menuju kehidupan berikutnya.

Kita coba dan terus coba lepaskan bejibun kepentingan. Kepentingan politik, ekonomis, golongan, etnis, agama, dan lain sebagainya. Tak ada lagi persaingan yang ditumpangi kebencian dan kedengkian. Tak ada lagi saling rangkul tapi hanya untuk membunuh karakter orang lain. Tidak ada lagi saling tuduh, saling tindih, saling sindir, saling sikut, dan saling-saling negatif lainnya. Baca lebih lanjut