Hasil Survei: 62,7% Remaja SMP Tidak Perawan; 21,2% Remaja SMU Pernah Aborsi; 93,7% Pernah Ciuman, Petting, Oral Sek; dan 97% Pernah Nonton Film Porno


Berikut cuplikan berita dari Liputan 6 SCTV:

“Dalam survei yang digelar di 12 kota besar pada tahun 2007 silam, Komisi Nasional Perlindungan Anak alias Komnas Anak mendapatkan hasil yang mencengangkan. Dari lebih 4.500 remaja yang disurvei, 97 persen di antaranya mengaku pernah menonton film porno. Sebanyak 93,7 persen remaja sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) mengaku pernah berciuman serta happy petting alias bercumbu berat. Yang lebih menyeramkan lagi, 62,7 persen remaja SMP mengaku sudah tidak perawan lagi. Bahkan, 21,2 persen remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi.”

Saya melihat berita ini ketika pulang kerja. Yang bisa saya rasakan adalah terkaget dan makin serius memerhatikan siaran tersebut di TV. Malam harinya, untuk memastikan hal ini, saya coba browsing di internet, dan menemukan berita atau link ini Liputan6 dan Media Indonesia. Setelah itu, saya mencoba mencerna dan berpikir, apakah benar seperti itu adanya? Apa penyebabnya sehingga mereka seperti itu? Salah siapa kalau sudah begini? Lalu apa yang harus diperbuat oleh kita semua?

Saya teringat sebuah kisah dari salah satu riwayat hadist Nabi SAW, bahwa ketika beliau di akhir hidupnya sebelum beliau menyebutkan ummati, ummati, ummati, Beliau juga berpesan bahwa “jagalah para wanita” hingga diulang 3 kali berturut-turut. Di luar kebenaran atau validitas atas penelitian di atas, sudah sepantasnya kita mencoba mencari jalan yang terbaik atas hal ini, terutama mencoba berbuat dari keluarga kita masing-masing. Yang jelas, ini semua tak lebih memang disebabkan oleh arus informasi dan komunikasi yang kian gencar tanpa adanya penyaring bagi masyarakat Indonesia, yang secara mental belumlah sepenuhnya siap.

Pendidikan juga menjadi kunci penting hal ini. Pendidikan keagamaan, kekeluargaan, budaya, baik formal maupun informal sangatlah dibutuhkan untuk membentengi segala efek negatif dari berbagai hal yang sebenarnya tidak tepat bagi kita yang bersumber dari manapun. Sungguh, mari kita berdoa, semoga kita dan keluarga kita, serta bangsa Indonesia bisa menjadi kian lebih baik di hari mendatang. Pemerintah pun semoga makin kuat dan berani untuk berbuat lebih baik bagi rakyat Indonesia. Amin. Misbah

5 responses to this post.

  1. indonesia oh indonesia . . .

    sepertinya ini sudah mnjadi budaya tp bahkan sudah mnjadi sbuah kebiasaan yg biasa di dalam kehidupan bermasyarakat . .
    emg sediih tp ap bleh baut adanya . .

    Balas

  2. Posted by bie on 14 November 2009 at 08:20

    wah………… gak dapat jatah lagi ne gw……..
    habis semuanya……….
    CACAD…………

    Balas

  3. Naudzubillah, makin parah saja nih

    klo faktanya spt itu, kyknya bakalan makin suah byari yg msh perawan. ckckck mau jd apa bangsa ini kelak :-s

    Balas

  4. Posted by Bento Kidz on 21 Mei 2010 at 04:32

    parah-parah !!!!

    ntar gmana mau nyari istri yang perawan…
    ckckckckck

    KIAMAT SUDAH DEKAT !!!

    Repent !!!

    Repent !!!

    Repent !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

    Balas

  5. Posted by mike on 30 Juni 2011 at 15:52

    ya emang udah kaya gitu.sekarang anak2 smp atau sma pacaran kalau nggak melakukan hal itu kayanya bukan pacaran…artian pacaran zaman sekarang salah satunya itu sex

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: